Orang kadang tidak menyadari dunia media sosial dan dunia nyata, termasuk interaksi di kantor itu berhubungan. Bila seseorang bekerja di lingkungan yang sama pandangan politiknya, postingan sebutral apapun tidak menjadi masalah. Malah, jangan-jangan, membantu membangun interaksi yang lebih baik dengan rekan-rekan kerjanya, termasuk atasan atau bawahan. Namun, bila dia bekerja di lingkungan yang beragam pilihan politiknya, maka postingan politis selalu membawa risiko pada interaksi dengan rekan-rekan kerjanya.
Yang berbahaya, seperti gaya interaksi orang Timur pada umumnya, ketidaksukaan tidak selalu ditunjukkan secara eksplisit, tapi bisa jadi berdampak signifikan, mulai dari mulai menarik diri dari interaksi yang jujur, keengganan menolong saat dibutuhkan, sampai tidak mendukung peningkatan karir.
Karena itu, bila Anda bekerja di lingkungan yang plural, ada baiknya berhati-hati mem-posting hal-hal yang berbau politik di medsos. Kalau pun nafsu, coba pertimbangan sejumlah hal berikut.
1. Jangan ikuti nafsu. Sebelum memencet tombol post, tunggu sebentar. Coba pakai sepatu rekan kerja lain. Maksudnya, pikirkan bagaimana kira-kira perasaan rekan-rekan kerja saat membaca postingan itu. Kalau bakal menyakitkan, sebaiknya urungkan.
2. Berusahalah objektif atau paling tidak, postinglah pandangan-pandangan politik yang lebih beragam. Ini menandakan Anda orang yang terbuka bagi beragam gagasan dan dengan demikian, Anda adalah orang yang terbuka bagi orang dengan latar belakang berbeda.
3. Hindari postingan yang nyinyir terus menerus. Kadang kita berpikir pesan yang implisit, yang subtle, atau tidak sarkastis itu lebih aman dan diterima orang. Sebetulnya, kebalikan. Mereka yang memiliki pandangan politik yang berbeda dapat membaca between the line dan menangkap pesan Akibatnya justru bisa lebih nyelekit.
4. Take a break, berinteraksilah yang lebih sehat. Jangan ikuti nafsu, balaslah posting rekan kerja Anda yang bicara tentang hal lain. Postinglah tentang keluarga, pekerjaan, hal-hal yang menarik ditemui sepanjang jalan, hobi dan lain-lain. Dengan demikian, ada peluang bagi rekan kerja yang berbeda pandangan politik untuk berinteraksi dengan Anda di medsos. Jika rekan kerja tidak ada yang berespon, jangan-jangan Anda sudah kebanyakan posting politik.
5. Jangan ikutkan rekan kerja di medsos Anda. Cara paling aman untuk melampiaskan nafsu politik di medsos adalah jangan berteman dengan rekan kerja di medsos dan jangan biarkan medos Anda bisa diakses secara publik. Nah, silahkan keluarkan nafsu Anda habis-habisan. Tidak berisiko bagi interaksi dengan rekan kerja. Tetapi, Anda mungkin akan kehilangan kawan-kawan lain. Dan bisa jadi, mereka adalah orang-orang yang selama ini baik terhadap Anda.
IPC (Interpersonal Communication)@work - Ruang berbagi pengalaman, teknik dan tips komunikasi antarpribadi agar kantor menjadi tempat berinteraksi yang menyenangkan dan juga produktif.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kesempatan EMAS saat karyawan membawa anak ke kantor
Sehabis hari raya, tidak sedikit karyawan membawa anaknya ke kantor. Apakah Anda pernah merasa kesal dengan itu? Wah, jangan. Saya tida...
Yang paling sering disimak
-
Kata-kata pembunuh. Membunuh apa maksudnya? Dalam komunikasi antara pemimpin dan tim-nya, ada yang disebut killer phrases , kata-kat...
-
Sebelum bertemu orang, apalagi orang baru, adakalanya kita membayangkan situasi komunikasi yang akan terjadi. Mungkin sosoknya galak, dan su...
-
Sehabis hari raya, tidak sedikit karyawan membawa anaknya ke kantor. Apakah Anda pernah merasa kesal dengan itu? Wah, jangan. Saya tida...
-
Kita semua menginginkan rekan kerja yang ringan tangan. Yang mudah membantu saat ada kesulitan atau beban perkerjaan yang terlalu besar un...
-
Kalau Anda sering memberi feedback pada rekan atau tim Anda, maka itu bagus karena akan membantu mereka mengembangkan diri. Tapi, jangan ...
No comments:
Post a Comment