Kalau Anda sering memberi feedback pada rekan atau tim Anda, maka itu bagus karena akan membantu mereka mengembangkan diri. Tapi, jangan lupa, Anda pun harus menerima feedback dari mereka, demi kemajuan profesional Anda sendiri.
Jika Anda sering memberi feedback yang membawa manfaat, namun Anda sendiri tidak menerima feedback, maka Anda sebetulnya dalam posisi merugi.
Lho, kok rugi? Bukankah justru seharusnya merasa puas karena lebih banyak memberi?
Nah, bedakan memberi ke pada yang miskin atau lemah, dengan kerja dalam organisasi.
Di dalam sebuah organisasi, anggota-anggota harus saling menguatkan untuk memajukan organisasi. "Saling" di sini artinya feedback itu diberikan baik oleh sesama rekan kerja maupun, atasan-bawahan dalam pola komunikasi dua arah.
Jika pemimpin sering memberi, namun tidak pernah menerima feedback, maka dikhawatirkan leadership-nya melenceng tanpa disadarinya.
Persoalannya kemudian, bagamana caranya agar rekan, atasan, bawahan, mau memberi feedback pada kita?
Kita bisa mengandalkan sistem di kantor, contohnya mereka yang menerapkan model feedback 360 derajat.Tapi, feedback yang masuk sistem biasanya kurang cepat dan suka ketinggalan. Pilihan lainnya adalah dalam bentuk komunikasi antarpribadi atau dalam interaksi sehari-sehari.
Untuk itu, sikap kita yang menentukan. Berikut beberapa sikap yang mengundang orang memberi feedback yang jujur dan konstruktif.
1. Proakatif. Sebelum orang berkomentar, tanya saja terlebih dahulu. Kira-kira presentasi saya tadi bagaimana ya? Apa ada yang perlu diperbaiki? Yang bagusnya menurut kamu, apa ya?
2. Mendengarkan. Anda tidak selalu harus mengikuti feedback yang disampaikan orang, tapi Anda harus mendengarkannya baik-baik agar orang merasa dihargai. Kalau Anda defensif atau tidak menghargai, maka nanti-nanti, orang akan segan memberi feedback pada Anda, meski saat itu ada kesalahan yang harus Anda perbaiki.
3. Berterimakasih. Jangan lupa berterimakasih pada orang yang menyampaikan feedback. Berterimakasih tidak berarti Anda akan mengikuti feedback itu, tapi, sama seperti poin sebelumnya, Anda menunjukkan sikap menghargai.
Risang Rimbatmaja
IPC (Interpersonal Communication)@work - Ruang berbagi pengalaman, teknik dan tips komunikasi antarpribadi agar kantor menjadi tempat berinteraksi yang menyenangkan dan juga produktif.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Kesempatan EMAS saat karyawan membawa anak ke kantor
Sehabis hari raya, tidak sedikit karyawan membawa anaknya ke kantor. Apakah Anda pernah merasa kesal dengan itu? Wah, jangan. Saya tida...
Yang paling sering disimak
-
Kata-kata pembunuh. Membunuh apa maksudnya? Dalam komunikasi antara pemimpin dan tim-nya, ada yang disebut killer phrases , kata-kat...
-
Sebelum bertemu orang, apalagi orang baru, adakalanya kita membayangkan situasi komunikasi yang akan terjadi. Mungkin sosoknya galak, dan su...
-
Sehabis hari raya, tidak sedikit karyawan membawa anaknya ke kantor. Apakah Anda pernah merasa kesal dengan itu? Wah, jangan. Saya tida...
-
Kita semua menginginkan rekan kerja yang ringan tangan. Yang mudah membantu saat ada kesulitan atau beban perkerjaan yang terlalu besar un...
-
Kalau Anda sering memberi feedback pada rekan atau tim Anda, maka itu bagus karena akan membantu mereka mengembangkan diri. Tapi, jangan ...

No comments:
Post a Comment